Nama : Sinta Fauziyyah
NIM : 4111171037
Ultrasonography (USG) merupakan salah
satu imaging diagnostik (pencitraan diagnostik) untuk pemeriksaan alat-alat
dalam tubuh manusia, dimana kita dapat mempelajari bentuk, ukuran anatomis, gerakan
serta hubungan dengan jaringan sekitarnya. Pemeriksaan ini bersifat
non-invasif, tidak menimbulkan rasa sakit pada penderita, dapat dilakukan
dengan cepat, aman dan data yang diperoleh mempunyai nilai diagnostik yang
tinggi. Tak ada kontra indikasinya, karena pemeriksaan ini sama sekali tidak
akan memperburuk penyakit penderita.
Pertama
kali ultrasonik ini digunakan dalam bidang teknik untuk radar, yaitu teknik
SONAR (Sound, Navigation and Ranging) oleh Langevin (1918), seorang Perancis,
pada waktu perang dunia ke I, untuk mengetahui adanya kapal selam musuh.
Kemudian digunakan dalam pelayaran untuk menentukan kedalaman laut. Menjelang
perang dunia ke II (1937), teknik ini digunakan pertama kali untuk pemeriksaan
jaringan tubuh, tetapi hasilnya belum memuaskan.
PERALATAN YANG
DIGUNAKAN
1.
Transduser
Transduser
adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang akan diperiksa,
seperti dinding perut atau dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostat.
2. Monitor yang digunakan dalam USG
3.
Mesin USG
Mesin
USG merupakan bagian dari USG dimana fungsinya untuk mengolah data yang
diterima dalam bentuk gelombang.
Tampak dalam
sonogram seorang bayi dalam kandungan ibunya.
Sonograf
ini menunjukkan citra kepala sebuah janin dalam kandungan.
CARA KERJA ALAT ULTRASONOGRAFI
Transducer
bekerja sebagai pemancar dan sekaligus penerima gelombang suara. Pulsa listrik
yang dihasilkan oleh generator diubah menjadi energi akustik oleh transducer,
yang dipancarkan dengan arah tertentu pada bagian tubuh yang akan dipelajari.
Sebagian akan dipantulkan dan sebagian lagi akan merambat terus menembus
jaringan yang akan menimbulkan bermacam-macam echo sesuai dengan jaringan yang
dulaluinya.
Pantulan
echo yang berasal dari jaringan-jaringan tersebut akan membentur transducer,
dan kemudian diubah menjadi pulsa listrik lalu diperkuat dan selanjutnya
diperlihatkan dalam bentuk cahaya pada layar oscilloscope. Dengan demikian bila
transducer digerakkan seolah0olah kita melakukan irisan-irisan pada bagian
tubuh yang dinginkan, dan gambaran irisan-irisan tersebut akan dapat dilihat
pada layar monitor.
Masing-masing
jaringan tubuh mempunyai impedance accoustic tertentu. Dalam jaringan yang
heterogen akan ditimbulkan bermacam-macam echo, jaringan tersebut dikatakan
echogenic. Sedang jaringan yang homogen hanya sedikit atau sama sekali tidak
ada echo, disebut anecho atau echofree . Suatu rongga berisi cairan bersifat
anechoic, misalnya : kista, asites, pembuluh darah besar, pericardial dan
pleural efusion.
PENYEBAB SULITNYA USG
DILAKUKAN
Suatu
penyulit yang umum pada pemeriksaan USG disebabkan karena USG tidak mampu
menembus bagian tertentu badan. Tujuh puluh persen gelombang suara yang
mengenai tulang akan dipantulkan, sedang pada perbatasan rongga-rongga yang
mengandung gas 99% dipantulkan. Dengan demikian pemeriksaan USG paru dan tulang
pelvis belum dapat dilakukan. Dan diperkirakan 25% pemeriksaan di abdomen
diperoleh hasil yang kurang memuaskan karena gas dalam usus. Penderita gemuk
agak sulit, karena lemak yang banyak akan memantulkan gelombang suara yang
sangat kuat.
JENIS PEMERIKSAAN USG
1.
USG 2 Dimensi
Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan
melintang). Kualitas gambar yang baik sebagian besar keadaan janin dapat
ditampilkan.
2.
USG 3 Dimensi
Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang
gambar lagi yang disebut koronal. Gambar yang tampil mirip seperti aslinya.
Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat dengan jelas.
Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. Ini dimungkinkan karena
gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar).
3.
USG 4 Dimensi
Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG
3 dimensi yang dapat bergerak (live
3D). Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis, sementara pada USG 4
Dimensi, gambar janinnya dapat “bergerak”. Jadi pasien dapat melihat lebih
jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam rahim.
4.
USG Doppler
Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran
darah terutama aliran tali pusat. Alat ini digunakan untuk menilai
keadaan/kesejahteraan janin.
Referensi
Suprijanto,
Penguasaan Teknologi “Medical Imaging”. IATF-ITB.2008
Sarwono Prawirohardjo. 2002. "Perdarahan Antepartum, Ultrasonografi dalam obstetri, Ilmu kebidanan". Jakarta ; Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, FK-UI.
www.eyetumour.com/.../large/ultrasonography.jpg
Sarwono Prawirohardjo. 2002. "Perdarahan Antepartum, Ultrasonografi dalam obstetri, Ilmu kebidanan". Jakarta ; Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, FK-UI.
www.eyetumour.com/.../large/ultrasonography.jpg


Tidak ada komentar:
Posting Komentar