Sabtu, 09 September 2017

ENDOSKOPI

Nama : Cindy Refina Maharani
NIM   : 4111171006

Endoskopi pertama dikembangkan pada tahun 1806 oleh Philipp Bozzini di Mainz dengan pengantar dari “Lichtleiter” (light konduktor) “untuk pemeriksaan dari kanal dan rongga tubuh manusia”. Namun, Wina Medical Society setuju dengan rasa ingin tahu tersebut. Penggunaan lampu listrik merupakan langkah besar dalam peningkatan endoskopi.
Sejarah dari gastrointestinal endoskopi dibagi atas 3 periode, yaitu, periode endoskop kaku atau straight rigid tubes antara tahun 1795 – 1932, periode setengah lentur atau semi- flexible tube endoscopy antara tahun 1932 – 1958, dan periode fiberoptic endoscopy, yang diawali pada tahun 1958. Dan sejak tahun ini pula perkembangan baik endoskopi maupun gastroenterologi terasa sekali sangat pesatnya.
Endoskop dimasukkan lewat celah tubuh yang terbuka seperti mulut, vagina. Endoskopi digunakan untuk diagnosis organ yang berongga. Organ dapat diambil gambarnya dan biopsi (pembuangan contoh jaringan yang kecil untuk analisis mikroskop). Endoskopi dapat diulang secara aman pada jarak waktu yang sering untuk memantau kondisi dan respon dari pengobatan

Apa itu ENDOSKOPI ?
Endoskopis adalah sebuah \ tindakan non bedah yang digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan dari pasien. menggunakan alat endoskopis

Bagaimana cara kerja Endoskopi ?
Tindakan ini menggunakan endoskop, tabung lentur (fleksibel) dengan kamera yang melekat pada salah satu ujungnya. Kamera tersebut mengambil gambar bagian dalam dari saluran pencernaan, memungkinkan dokter yang memeriksa untuk melihat gambar tersebut melalui layar televisi yang terhubung dengan endoskop.
Endosokopi adalah tindakan diagnosis dan perawatan yang aman serta umum digunakan. Endoskopi memiliki tingkat keberhasilan tinggi serta sedikit risiko dan kemungkinan komplikasi.

Jenis-jenis Endoskopi
  • Endoskopi atas – endoskopi atas dilakukan dengan cara memasukkan endoskop melalui mulut, tenggorokan, dan turun ke kerongkongan. Cara ini digunakan ketika dokter perlu memeriksa kerongkongan, lambung, dan usus kecil, khususnya di bagian atas.
  • Sigmoidoskopi atau kolonoskopi – adalah dua tindakan serupa yang memasukkan endoskop melalui rektum menuju usus besar atau kolon. Cara ini dilakukan ketika diperkirakan terjadi permasalahan dengan usus besar.
  • Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) – Cara ini adalah jenis endoskopi khusus yang memeriksa kandung empedu dan pankreas. Cara ini juga digunakan untuk memeriksa bagian tubuh yang berada di sekitar tempat yang sama. ERCP juga terkadang digunakan untuk menghancurkan batu empedu yang terdapat di saluran empedu.
  • Endoscopic ultrasound (EUS) – Cara ini menggabungkan endoskopi dengan teknologi gelombang ultrasound untuk memperoleh informasi yang berguna terhadap keadaan dan kesehatan saluran pencernaan.
  • Biopsi (pengambilan contoh jaringan tubuh) – Dokter Anda juga mungkin menggunakan endoskop selama tindakan endoskopi untuk memperoleh contoh jaringan dari saluran pencernaan. Alat khusus akan digunakan untuk mengangkat jaringan dari daerah yang terinfeksi. Contoh jaringan ini kemudian akan dianalisis untuk menentukan apakah terdapat penyakit tertentu.
  • Perawatan – selama tindakan endoskopi, jika dokter Anda menemukan beberapa masalah, tindakan ini pula dapat dimanfaatkan untuk melakukan perawatan. Sebagai contoh, jika tindakan ini menunjukkan adanya pendarahan di saluran pencernaan, dokter Anda dapat memasukkan alat lain melalui endoskop untuk menghentikan pendarahan tersebut. Begitu juga jika ditemukan polip dan pertumbuhan lain, endoskop dapat digunakan untuk membersihkannya.
Kapan Endoskopi digunakan?
Endoskopi utamanya digunakan dalam mendiagnosis dan merawat gangguan pencernaan. Penyakit yang memengaruhi saluran pencernaan biasanya memengaruhi beberapa organ lainnya, dimulai dari mulut sampai ke anus.

Endoskopi digunakan untuk melihat gejala-gejala atau adanya:
  • Pendarahan saluran pencernaan bagian atas
  • Peradangan dalam saluran pencernaan/usus
  • Polip atau pertumbuhan abnormal lain dalam usus besa

Persiapan dan Penyembuhan
Jika  anda akan melakukan endoskopi, maka hal-hal inilah yang harus anda lakukan :
  • Menjaga pola makan – Anda tidak diperkenankan untuk makan selama 6-8 jam sebelum tindakan dilakukan. Hal ini dikarenakan untuk mendukung pemeriksaan usus besar, seluruh kotoran harus dibersihkan beberapa jam sebelum tindakan dilakukan. Untuk itu, Anda akan diberikan obat pencahar pada hari sebelum Anda dijadwalkan untuk endoskopi.
  • Penenang – Anda akan diberikan obat penenang agar Anda tetap merasa nyaman selama tindakan. Obat ini akan membuat Anda tenang dan tertidur.
  • Pembiusan umum – Endoskopi biasanya dilakukan dengan pembiusan. Beberapa contoh kasus tersebut adalah ketika pasien masih sangat belia dan ketika rencana tindakan melibatkan tindakan yang lebih rumit.

Gastrointestinal Endoscopy: http://www.giejournal.org
World Journal of Gastrointestinal Endoscopy
http://malahayati.ac.id/?p=19146

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GT SCAN