Nama : Cindy Refina Maharani
NIM : 4111171006
Endoskopi
pertama dikembangkan pada tahun 1806 oleh Philipp
Bozzini di Mainz dengan pengantar dari “Lichtleiter” (light konduktor)
“untuk pemeriksaan dari kanal dan rongga tubuh manusia”. Namun, Wina Medical Society setuju dengan rasa
ingin tahu tersebut. Penggunaan lampu listrik merupakan langkah besar dalam
peningkatan endoskopi.
Sejarah
dari gastrointestinal endoskopi dibagi atas 3 periode, yaitu, periode endoskop
kaku atau straight rigid tubes antara tahun 1795 – 1932, periode setengah
lentur atau semi- flexible tube endoscopy antara tahun 1932 – 1958, dan periode
fiberoptic endoscopy, yang diawali pada tahun 1958. Dan sejak tahun ini pula
perkembangan baik endoskopi maupun gastroenterologi terasa sekali sangat
pesatnya.
Endoskop
dimasukkan lewat celah tubuh yang terbuka seperti mulut, vagina. Endoskopi
digunakan untuk diagnosis organ yang berongga. Organ dapat diambil gambarnya
dan biopsi (pembuangan contoh jaringan yang kecil untuk analisis mikroskop).
Endoskopi dapat diulang secara aman pada jarak waktu yang sering untuk memantau
kondisi dan respon dari pengobatan
Apa itu ENDOSKOPI ?
Endoskopis
adalah sebuah \ tindakan non bedah yang digunakan untuk memeriksa saluran
pencernaan dari pasien. menggunakan alat endoskopis
Bagaimana cara kerja Endoskopi ?
Tindakan
ini menggunakan endoskop, tabung lentur (fleksibel) dengan kamera yang melekat
pada salah satu ujungnya. Kamera tersebut mengambil gambar bagian dalam dari
saluran pencernaan, memungkinkan dokter yang memeriksa untuk melihat gambar
tersebut melalui layar televisi yang terhubung dengan endoskop.
Endosokopi
adalah tindakan diagnosis dan perawatan yang aman serta umum digunakan.
Endoskopi memiliki tingkat keberhasilan tinggi serta sedikit risiko dan
kemungkinan komplikasi.
Jenis-jenis Endoskopi
- Endoskopi
atas – endoskopi atas dilakukan dengan
cara memasukkan endoskop melalui mulut, tenggorokan, dan turun ke
kerongkongan. Cara ini digunakan ketika dokter perlu memeriksa
kerongkongan, lambung, dan usus kecil, khususnya di bagian atas.
- Sigmoidoskopi
atau kolonoskopi – adalah dua tindakan serupa yang
memasukkan endoskop melalui rektum menuju usus besar atau kolon. Cara ini
dilakukan ketika diperkirakan terjadi permasalahan dengan usus besar.
- Endoscopic
retrograde cholangiopancreatography (ERCP)
– Cara ini adalah jenis endoskopi khusus yang memeriksa kandung empedu dan
pankreas. Cara ini juga digunakan untuk memeriksa bagian tubuh yang berada
di sekitar tempat yang sama. ERCP juga terkadang digunakan untuk
menghancurkan batu empedu yang terdapat di saluran empedu.
- Endoscopic
ultrasound (EUS) – Cara ini menggabungkan
endoskopi dengan teknologi gelombang ultrasound untuk memperoleh informasi
yang berguna terhadap keadaan dan kesehatan saluran pencernaan.
- Biopsi (pengambilan
contoh jaringan tubuh) – Dokter Anda juga mungkin menggunakan endoskop
selama tindakan endoskopi untuk memperoleh contoh jaringan dari saluran
pencernaan. Alat khusus akan digunakan untuk mengangkat jaringan dari
daerah yang terinfeksi. Contoh jaringan ini kemudian akan dianalisis untuk
menentukan apakah terdapat penyakit tertentu.
- Perawatan
– selama tindakan endoskopi, jika dokter Anda menemukan beberapa masalah,
tindakan ini pula dapat dimanfaatkan untuk melakukan perawatan. Sebagai
contoh, jika tindakan ini menunjukkan adanya pendarahan di saluran
pencernaan, dokter Anda dapat memasukkan alat lain melalui endoskop untuk
menghentikan pendarahan tersebut. Begitu juga jika ditemukan polip dan
pertumbuhan lain, endoskop dapat digunakan untuk membersihkannya.
Kapan Endoskopi digunakan?
Endoskopi
utamanya digunakan dalam mendiagnosis dan merawat gangguan pencernaan. Penyakit
yang memengaruhi saluran pencernaan biasanya memengaruhi beberapa organ
lainnya, dimulai dari mulut sampai ke anus.
Endoskopi digunakan untuk melihat gejala-gejala atau adanya:
- Pendarahan
saluran pencernaan bagian atas
- Peradangan dalam
saluran pencernaan/usus
- Polip atau
pertumbuhan abnormal lain dalam usus besa
Persiapan dan Penyembuhan
Jika anda akan melakukan endoskopi, maka hal-hal
inilah yang harus anda lakukan :
- Menjaga
pola makan – Anda tidak diperkenankan untuk
makan selama 6-8 jam sebelum tindakan dilakukan. Hal ini dikarenakan untuk
mendukung pemeriksaan usus besar, seluruh kotoran harus dibersihkan
beberapa jam sebelum tindakan dilakukan. Untuk itu, Anda akan diberikan
obat pencahar pada hari sebelum Anda dijadwalkan untuk endoskopi.
- Penenang
– Anda akan diberikan obat penenang agar Anda tetap merasa nyaman selama
tindakan. Obat ini akan membuat Anda tenang dan tertidur.
- Pembiusan
umum – Endoskopi biasanya dilakukan
dengan pembiusan. Beberapa contoh kasus tersebut adalah ketika pasien
masih sangat belia dan ketika rencana tindakan melibatkan tindakan yang
lebih rumit.
Gastrointestinal Endoscopy:
http://www.giejournal.org
World Journal of Gastrointestinal Endoscopy
http://malahayati.ac.id/?p=19146

Tidak ada komentar:
Posting Komentar