Minggu, 10 September 2017

GT SCAN

Nama         : Siti Zahrah Auliaur Rahim

NIM           : 4111171042



Dewasa ini, dengan adanya berbagai macam modifikasi genetik dapat dihasilkan produk mutasi genetik pada tanaman bahkan hewan, seperti buah-buahan tanpa biji atau ikan zebra yang berflueresensi. Lalu, apakah ada teknologi modifikasi genetik yang dapat diaplikasikan pada manusia? Ya. Salah satunya adalah teknologi CRISPR-Cas9 yang bisa mengatasi berbagai penyakit genetik bahkan memodifikasi gen agar memiliki sifat-sifat yang diinginkan. Teknologi ini diciptakan oleh seorang Profesor Kimia Molekul dan Sel Biologi Jennifer Doudna dan rekannya Emmanuelle Charpentier dan telah diuji pada tikus, monyet, serta organisme lainnya.


Apa yang dimaksud dengan CRISPR dan Cas9?

CRISPR (Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats) adalah sistem kekebalan adaptif yang ada di dalam sel bakteri yang memungkinkan bakteri untuk mendeteksi DNA virus dan menghancurkannya. Cas9 adalah protein yang menjadi bagian dari CRISPR dan mampu mencari, memotong, serta menurunkan DNA virus dengan cara tertentu.


Bagaimana cara kerja teknologi CRISPR-Cas9?

Pertama, mari kita baca terlebih dahulu mengenai mekanisme sel bakteri saat mendeteksi dan menghancurkan virus. Saat virus menginfeksi sel bakteri, virus menyuntikkan DNA-nya. Nah, sistem CRISPR ini memungkinkan DNA untuk “dipetik” dari virus , dimasukkan ke dalam potongan kecil ke dalam kromosom bakteri, lalu dibuat salinan berupa RNA. RNA tersebut akan “bekerjasama” dengan Cas9 membentuk sebuah kompleks dan mencari DNA yang sekuens-nya sesuai dengan sekuens RNA tersebut di seluruh sel bakteri. Ketika kompleks itu menemukan DNA yang dicari, maka Cas9 akan berperan sebagai gunting untuk memotong DNA virus.
Sebenarnya, sel-sel memiliki kemampuan mendeteksi DNA yang rusak dan memperbaikinya. Jika kita mampu memprogram teknologi CRISPR-Cas9 untuk membuat pemotongan DNA pada posisi di atau dekat mutasi, kita juga bisa memicu sel untuk memperbaikinya. Oleh karena itulah para penemu teknologi CRISPR-Cas9 membayangkan penggunaan teknologi tersebut.



Bagaimana CRISPR membuat kita meng-edit DNA kita


GT Scan

Salah satu tool atau alat yang digunakan untuk teknologi ini adalah GT Scan. GT Scan ini merupakan sebuah alat berbasis web yang fleksibel dan berguna untuk memindai region genomik untuk mencari target kandidat. Yang dimaksud dengan target kandidat disini adalah sekuens DNA yang sesuai dengan target yang diinginkan. Output dari GT Scan ini interaktif. Selain dapat memindai untuk target kandidat, GT Scan juga dapat memeriksa karakteristik dari target yang salah dan me-ranking target sesuai dengan banyaknya kesalahan.




Contoh Output pada GT Scan


Untuk menggunakan GT Scan, pengguna memilih genom yang diinginkan dari menu lalu menyesuaikan genom tersebut ke dalam region genomik untuk mengidentifikasi target yang optimal. Lalu pengguna memilih aturan target atau target rule dan filter target yang salah atau off target-filter.




Referensi :
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjot-uZ6JrWAhUJqo8KHfV8BAcQFggnMAA&url=http%3A%2F%2Ffarmasetika.com%2F2017%2F01%2F11%2Fpenemu-crispr-cas9-ungkap-teknologi-edit-dna-yang-bisa-mengubah-segalanya%2F&usg=AFQjCNHstRtdCOJF846-G9V5wBu1FPSsDw
https://academic.oup.com/bioinformatics/article/30/18/2673/2475622/GT-Scan-identifying-unique-genomic-targets
https://www.youtube.com/watch?v=TdBAHexVYzc

Sabtu, 09 September 2017

KAMERA INTRAORAL

NAMA                   : Citra Saridewi
NIM                        : 4211171017


Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alat menjadi alat-alat sederhana. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk diantaranya mesin cetak, telepon, dan internet.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di dalam beberapa kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki perekonomian. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar. Pengaruh kemajuan teknologi di bidang kesehatan, ini diakibatkan oleh kemajuan dalam ilmu teknologi tersebut. Kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan berkembang sangat pesat. Perkembangan tersebut dapat dilihat dari banyaknya perubahan sistem yang digunakan dirumah sakit dari zaman dahulu hingga saat ini. Dulu sistem yang digunakan masih bersifat manual namun sekarang sudah berbeda lewat perpaduannya dengan teknologi.
Kemajuan teknologi dapat memberikan banyak pengaruh pada bidang kesehatan. Ada yang positif dan ada juga yang negatif. Dalam bidang kesehatan, kemajuan teknologi dapat mempermudah manusia dalam mengubah sistem transformasi dan kominukasi.
Dalam ilmu kedokteran gigi juga memiliki alat teknologi yang canggih dan terbaru dan masih jarang di Indonesia yaitu Kamera Intraoral. Kamera intraoral merupakan perangkat kamera pena berukuran kecil yang dapat mengambil video gigi anda dan kemudian memproyeksikan video yang hidup ke layar komputer di ruang perawatan. Dengan menggunakan kamera intraoral pasien dapat secara langsung melihat kondisi gigi di dalam rongga mulutnya. Untuk membantu pasien juga yang tidak bisa membuka lebar mulutnya. Setelah melihat dari kamera ini pasien akan tahu bagaimana kondisi giginya , ini bisa menjadi motivasi untuk pasien sendiri agar lebih rajin merawat gigi dan kebersihan mulutnya. Rasa takut yang ada pada pasien itulah alasan mereka  takut untuk berkunjung ke dokter gigi, terkadang mereka hanya berkunjung ketika  merasa sakit atau ada keluhan yang lainnya. Padahal, tidak ada kerugian dalam merawat gigi dan mengunjungi dokter gigi minimal enam bulan sekali untuk memeriksa kebersihan dan kesehatan gigi kita. Dengan pemahaman yang jelas tentang kondisi gigi Anda, Anda akan lebih percaya diri untuk operasi dokter gigi Anda dan dapat membuat pengobatan decisions.in sebuah kata, karena kita memiliki camera(endoscope) intraoral sekarang, yang kemajuan yang besar dalam industri gigi, karena beberapa pasien mencurigakan rekomendasi untuk prosedur gigi, karena kekhawatiran tentang biaya, postential sakit, atau ketakutan tentang anggota profesi gigi, memecahkan intraoral camera(endoscope) membuat masalah ini.
Dengan menggunakan alat ini juga komunikasi antara dokter gigi dan pasien akan terjaga dengan baik, karena disana pasti akan ada diskusi apa yang selanjutnya akan dilakukan.oleh dokter terhadap pasien, apakah psien akan melakukan saran dokter atau tidak. 

Contoh pemakaian




Dengan cara memasukan alat tersebut kedalam mulut kita, kepada arah gigi yang ingin dilihat, maka kita dapat melihatnya dilayar.
 
Tidak perlu takut lagi untuk kedokter gigi karena saat ini teknologi kedokteran gigi sudah canggih, kita dapat rasakan manfaatnya langsung.
Terimakasih.


ULTRASONOGRAPHY (USG)

Nama            : Sinta Fauziyyah
NIM              : 4111171037


Ultrasonography (USG) merupakan salah satu imaging diagnostik (pencitraan diagnostik) untuk pemeriksaan alat-alat dalam tubuh manusia, dimana kita dapat mempelajari bentuk, ukuran anatomis, gerakan serta hubungan dengan jaringan sekitarnya. Pemeriksaan ini bersifat non-invasif, tidak menimbulkan rasa sakit pada penderita, dapat dilakukan dengan cepat, aman dan data yang diperoleh mempunyai nilai diagnostik yang tinggi. Tak ada kontra indikasinya, karena pemeriksaan ini sama sekali tidak akan memperburuk penyakit penderita.
Pertama kali ultrasonik ini digunakan dalam bidang teknik untuk radar, yaitu teknik SONAR (Sound, Navigation and Ranging) oleh Langevin (1918), seorang Perancis, pada waktu perang dunia ke I, untuk mengetahui adanya kapal selam musuh. Kemudian digunakan dalam pelayaran untuk menentukan kedalaman laut. Menjelang perang dunia ke II (1937), teknik ini digunakan pertama kali untuk pemeriksaan jaringan tubuh, tetapi hasilnya belum memuaskan.

PERALATAN YANG DIGUNAKAN
1.      Transduser
Transduser adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang akan diperiksa, seperti dinding perut atau dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostat.
2.      Monitor yang digunakan dalam USG
3.      Mesin USG
Mesin USG merupakan bagian dari USG dimana fungsinya untuk mengolah data yang diterima dalam bentuk gelombang.

Tampak dalam sonogram seorang bayi dalam kandungan ibunya.

Sonograf ini menunjukkan citra kepala sebuah janin dalam kandungan.

CARA KERJA ALAT ULTRASONOGRAFI
Transducer bekerja sebagai pemancar dan sekaligus penerima gelombang suara. Pulsa listrik yang dihasilkan oleh generator diubah menjadi energi akustik oleh transducer, yang dipancarkan dengan arah tertentu pada bagian tubuh yang akan dipelajari. Sebagian akan dipantulkan dan sebagian lagi akan merambat terus menembus jaringan yang akan menimbulkan bermacam-macam echo sesuai dengan jaringan yang dulaluinya.
Pantulan echo yang berasal dari jaringan-jaringan tersebut akan membentur transducer, dan kemudian diubah menjadi pulsa listrik lalu diperkuat dan selanjutnya diperlihatkan dalam bentuk cahaya pada layar oscilloscope. Dengan demikian bila transducer digerakkan seolah0olah kita melakukan irisan-irisan pada bagian tubuh yang dinginkan, dan gambaran irisan-irisan tersebut akan dapat dilihat pada layar monitor.
Masing-masing jaringan tubuh mempunyai impedance accoustic tertentu. Dalam jaringan yang heterogen akan ditimbulkan bermacam-macam echo, jaringan tersebut dikatakan echogenic. Sedang jaringan yang homogen hanya sedikit atau sama sekali tidak ada echo, disebut anecho atau echofree . Suatu rongga berisi cairan bersifat anechoic, misalnya : kista, asites, pembuluh darah besar, pericardial dan pleural efusion.

 PENYEBAB SULITNYA USG DILAKUKAN
Suatu penyulit yang umum pada pemeriksaan USG disebabkan karena USG tidak mampu menembus bagian tertentu badan. Tujuh puluh persen gelombang suara yang mengenai tulang akan dipantulkan, sedang pada perbatasan rongga-rongga yang mengandung gas 99% dipantulkan. Dengan demikian pemeriksaan USG paru dan tulang pelvis belum dapat dilakukan. Dan diperkirakan 25% pemeriksaan di abdomen diperoleh hasil yang kurang memuaskan karena gas dalam usus. Penderita gemuk agak sulit, karena lemak yang banyak akan memantulkan gelombang suara yang sangat kuat.

JENIS PEMERIKSAAN USG
1.      USG 2 Dimensi
Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang). Kualitas gambar yang baik sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan.

2.      USG 3 Dimensi
Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal. Gambar yang tampil mirip seperti aslinya. Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat dengan jelas. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. Ini dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar).

3.      USG 4 Dimensi
Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak (live 3D). Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis, sementara pada USG 4 Dimensi, gambar janinnya dapat “bergerak”. Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam rahim.

4.      USG Doppler
Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali pusat. Alat ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin.


Referensi
Suprijanto, Penguasaan Teknologi “Medical Imaging”. IATF-ITB.2008

Sarwono Prawirohardjo. 2002. "Perdarahan Antepartum, Ultrasonografi dalam obstetri, Ilmu kebidanan". Jakarta ; Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, FK-UI.

www.eyetumour.com/.../large/ultrasonography.jpg

MELAFIND SCANNER

TEKNOLOGI MELAFIND SCANNER

Nama : Sabila Fithria
NIM    : 4111171022

Pada zaman serba canggih ini,teknologi banyak berperan dalam kehidupan sehari-hari bahkan pengembangan teknologi hingga pada bidang kesehatan. Dengan adanya teknologi berbasis kesehatan ini mempermudah dalam pengerjaan sehingga sangat membantu masyarakat dan rata-rata hasilnyapun sangat memuaskan. Dengan adanya teknologi ini dokter pun dituntut agar menguasi teknologi. Salah satu teknologi yang hebat adalah Melafind Scanner.
Melanfind scanner merupakan sebuah scanner penyakit kanker kulit berbasis elektromagnetik yang berfungsi sebagai detektor yang mampu membedakan tahi lalat yang tidak berbahaya dengan tahi lalat yang terindikasi sebagai kanker kulit yang berbahaya (melanoma). Melafind senriri merupakan kepanjangan dari MELA Sciences,Irvigation ,NY. Melanoma merupakan sebuah kanker kulit yang sangat berbahaya dan mematikan serta menyerang kulit dan memiliki bentuk seperti tahi lalat. Pemeriksaan kanker melanoma ini umumnya menggunakan sampel jaringan atau lebih sering disebut biopsy.
Namun terkadangan pengecekan tersebut dianggap kurang efektif karena bias saja tahi lalat yang diidentifikasi dan dicurigai adalah buakn kanker melainkan tahi lalat biasa. Melafind scanner memanfaatkan teknologi fotografi dengan berbagai jenis gelombang elektromagnetik. Kemudian data yang didapat dari hasil pengecekan dicocokan dengan database melanoma yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Melafind Scanner ini bukan untuk diagnosis definitive melainkan untuk memberikan informasi tambahan dokter dalam menentukan apakah tidak untuk dilakukan biopsy. Tujuan dari penggunaan alat ini adalah untuk mengurangi jumlah pasien yang tersisa dengan bekas luka biopsy, dengan manfaat tambahan dari menghilangkan biaya prosedur yang tidak perlu.
Awalnya Melafind Scanner ini digunakan oleh departemen pertahanan untuk memindai dan meneliti permukaan lesi mencurigakan pada 10 panjang gelombang elektromagnetik, pada awal penggunaannya Melafind menggunakan navigasi rudal. Namun setelah mendapatkan berbagai kritikan alat ini dialihkan untuk bidang kesehatan yang juga memiliki fungsi yang jauh lebih baik pada bidang ini.


Melanoma adalah kanker yang dimulai pada melanosit, yaitu sel epidermis dalam yang menghasilkan pigmen melanin. Di Kanada, melanoma adalah kanker ketujuh yang paling umum, dengan sekitar 6.000 kasus baru diperkirakan pada tahun 2013 (3.300 pria dan 2.700 perempuan) dan tingkat insiden standar usia 13,4 per 100.000 orang (15,1 untuk pria dan 12,2 untuk wanita).
Tidak ada efek buruk penggunaan perangkat yang dijelaskan selain dari potensi bahaya yang mungkin mengikuti hasil false-negative dan false-positive. false-negative dapat menyebabkan penundaan diagnosis dan pengobatan, dan mungkin meningkatkan morbiditas dan mortalitas, sedangkan false-positive dapat menyebabkan prosedur invasif yang tidak perlu.




SUMBER: www.ebme.co.uk ; students.stthamzanwadi.ac.id



GT SCAN